Saturday, May 6, 2006

Tabak, Menghantar Tabak Tradisi Masyarakat Peranap




Tabak merupakan makanan manis dalam ukuran besar, yang hanya dibuat dalam acara adat pernikahan. Rasanya yang manis dan legit saat dikunyah disukai oleh banyak orang. Tabak raksasa ini kemudian dibagi-bagikan kemasyarakat sekitar sebagai wujud rasa syukur pada yang Maha Kuasa dan masyarakat sekitar.

Peranap merupakan daerah kecamatan di kabupaten Indragiri hulu, Riau. Keberadaanya merupakan jalur yang masih dialiri oleh sungai Batang Kuantan, yaitu dari hulu Lubuk Ambacang sampai ke hilir kampong Pesikaian di kabupaten Kuansing. Masyarakat peranap memiliki tata cara adat yang terbilang cukup unik terutama dalam adat pernikahan. Salah satu keunikannya adalah dalam prosesi adat pernikahan, yaitu prosesi antar tabak. Antar tabak adalah kegiatan mengarak tabak dari rumah keluarga mempelai perempuan (bisa keluarga angkat atau keluarga dari pihak ayah) menuju rumah orang tua mempelai perempuan tersebut. Tabak diarak beramai-ramai oleh kerabat dan sanak famili calon pengantin menuju rumah yang akan diadakan pesta. Biasanya arak-arakan dilakukan dengan berjalan kaki, namun sekarang masyarakat sudah menggunakan kendaraan untuk mengarak tabak seperti; becak atau mobil bak terbuka. Arak-arakan ini, biasanya juga diiringi oleh nyanyian dari grup rebana yang mengiringi tabak sepanjang perjalanan.

Secara adat, tabak memiliki peranan penting pada upacara pernikahan. Tabak harus ada dalam upacara pernikahan karena ia merupakan salah satu sarat untuk melaksanakan rangkaian adat pernikahan selanjutnya. Tabak dibuat untuk membantu meringankan beban keluarga pengantin yang membuat acara.

Seperti dikatakan sebelumnya, tabak merupakan sejenis makanan berukuran raksasa. Biasanya dihias dengan banyak pernak-pernik khas pesta. Tabak sendiri ialah sejenis makanan manis, bertekstur kenyal saat dipegang karena dibuat dengan bahan utama beras pulut, telur, santan dan gula merah, biasanya juga ditambahkan gula putih. Bahan-bahan dicampur berdasarkan takaran yang ditentukan oleh juru masak. Kemudian dimasak diatas tungku besar, gula merah dimasukkan lebih banyak dibandingkan gula putih, itulah sebabnya kenapa tabak berwarna gelap. Saat tabak telah cukup matang, aroma manisnya akan menguar menggoda orang-orang disekitarnya. Tabak memiliki tekstur lembut dan kenyal, rasanya yang manis membuat masyarakat menyukainya sebagai cemilan yang cukup mengenyangkan.

Tabak yang sudah jadi dan mulai dingin ditaruh pada sebuah tempat khusus tabak. Wadah khusus tabak ini tebuat dari kayu dan rotan, berbentuk bulat dan bertingkat. Biasanya terdiri dari dua atau tiga tingkatan. Saat tabak selesai dibuat kemudian diletakkan di tempat tabak mengikuti pola rotan yang melingkar ditengah. Setelah tabak menutupi semua permukaan rotan lalu dibungkus dengan plastik bening yang tembus pandang. Barulah tabak bisa dihias. Masyarakat peranap biasanya menghias sekeliling tabak dengan tambahan kue bolu kecil atau telur rebus, yang ditancapkan dengan lidi kedalam tabak. Lidi yang dipakai untuk menancapkan kue kepermukaan tabak harus dipastikan bersih dan biasanya lidi juga dihias dengan kertas warna-warni. Sehingga, tampilan tabak jadi lebih menarik.

Dalam perayaan pernikahan, tabak dihidangkan di atas piring dalam potongan kecil-kecil kemudian disajikan bagi para tamu undangan yang hadir. Karena ukurannya yang besar, biasanya tabak tidak akan habis dalam waktu singkat. Maka dari itu setelah pesta berakhir, tabak kemudian dibagi-bagikan kepada keluarga, tetangga dan masyarakat yang ikut membantu mempersiapkan pesta.

Hal ini dilakukan sebagai ungkapan terima kasih kepada seluruh kerabat yang turut membantu sekaligus sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melancarkan rangkaian acara pernikahan. Adat ini perlu terus dipertahankan dalam masyarakat untuk menjaga kelestarian budaya daerah.

No comments:

Post a Comment